Lombok Utara, Katada.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memasang target penerimaan retribusi sektor pariwisata sebesar Rp 16 miliar pada 2026.
Target tersebut diharapkan tercapai seiring meningkatnya aktivitas wisatawan di sejumlah destinasi unggulan, terutama kawasan Gili Trawangan, Meno, dan Air (Tramena).
Hingga akhir triwulan pertama 2026, realisasi retribusi pariwisata telah mencapai Rp1,8 miliar.
Angka tersebut masih jauh dari target tahunan, namun Dinas Pariwisata (Dispar) KLU optimistis penerimaan akan meningkat pada semester kedua, ketika kunjungan wisatawan biasanya mulai mengalami lonjakan.
Kepala Dispar KLU Denda Dewi Tresna Astuti mengatakan, perkembangan pemesanan wisata di tiga gili mulai menunjukkan tren positif.
Data dari pelaku usaha pariwisata menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas wisata menjelang periode kunjungan pertengahan tahun.
“Melihat data reservasi dari teman-teman pelaku wisata di tiga gili, progresnya sudah mulai membaik. Kami berharap mulai Juni kondisi sudah stabil dan masuk periode puncak,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Tiga gili masih menjadi salah satu penopang utama pendapatan pariwisata Lombok Utara. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat pengelolaan retribusi agar potensi penerimaan dapat tercatat secara optimal.
Di sisi lain, Dispar KLU mulai memperluas sumber pendapatan dengan mengembangkan destinasi wisata daratan.
Desa Wisata Senaru menjadi salah satu contoh destinasi yang memberikan kontribusi besar, dengan pendapatan sekitar Rp1 miliar pada tahun sebelumnya.
Pengembangan juga diarahkan ke Pantai Impos di Kecamatan Tanjung dan Desa Wisata Genggelang di Kecamatan Gangga.
Kedua destinasi tersebut tengah didorong melalui proses legalisasi serta peningkatan fasilitas pendukung.
Denda menilai pengembangan destinasi secara lebih merata penting dilakukan agar pendapatan daerah tidak hanya bertumpu pada tiga gili.
Dengan destinasi yang tertata dan memiliki legalitas, kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD diharapkan semakin luas dan berkelanjutan.
Momentum libur pertengahan tahun pun diharapkan mampu meningkatkan kunjungan sekaligus mempercepat pencapaian target retribusi pariwisata KLU 2026. (ham)












