Scroll untuk baca artikel
Daerah

Gerakan “21 Kambeke Ana”, Bupati Bambang Rangkul Remaja: Ingat Orang Tua Menunggu di Rumah

×

Gerakan “21 Kambeke Ana”, Bupati Bambang Rangkul Remaja: Ingat Orang Tua Menunggu di Rumah

Sebarkan artikel ini
Bupati Bambang Saat Menemui Remaja di Gerakan 21 Kambeke Ana

Dompu, Katada.id — Jarum jam telah mendekati pukul 23.00 Wita. Namun, sejumlah remaja masih terlihat berkumpul di sejumlah titik di wilayah Dompu dan Woja.

Di tengah suasana malam itu, Bupati Dompu Bambang Firdaus justru turun langsung menemui mereka.

Bukan dengan razia atau teguran keras, Bambang memilih menyapa, merangkul, dan mengingatkan mereka pada satu hal sederhana: ada orang tua yang sedang menunggu di rumah.

Momen tersebut terjadi saat Bambang bersama tim gabungan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pihak terkait melakukan patroli malam, Minggu (19/9/2026).

Patroli tersebut merupakan bagian dari gerakan “21 Kambeke Ana” yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu.

Gerakan ini diarahkan untuk memenuhi sekaligus melindungi hak-hak anak, termasuk mencegah remaja terlibat dalam aktivitas yang berpotensi memberikan dampak negatif bagi masa depan mereka.

Dalam patroli tersebut, Bambang menyasar sejumlah lokasi yang biasa menjadi tempat berkumpulnya remaja pada malam hari di Kecamatan Dompu dan Woja.

Saat menemukan para remaja tengah duduk bersama, Bambang tidak sekadar memantau dari kejauhan. Ia turun dan menghampiri mereka.

“Assalamualaikum,” sapa Bambang.

“Waalaikumsalam,” jawab para remaja.

Bambang kemudian membuka percakapan dengan menanyakan aktivitas mereka.

“Lagi santai-santai ini yah?” tanyanya.

Para remaja menjawab bahwa mereka hanya berkumpul dan bersantai bersama teman-temannya.

Politisi Gerindra itu kemudian mengingatkan bahwa waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 23.00 Wita. Ia meminta para remaja segera pulang ke rumah masing-masing.

Menurut dia, pada waktu tersebut para remaja seharusnya sudah berada di rumah. Ia juga mengingatkan bahwa orang tua tentu merasa khawatir ketika anak-anak mereka belum pulang hingga larut malam.

“Orang tua tentu sangat khawatir menunggu kalian pulang ke rumah, apalagi kalau pulang di atas jam 11 malam,” ujar Bambang.

Pesan itu disampaikan Bambang dengan pendekatan persuasif. Ia berbicara langsung dengan para remaja, merangkul mereka, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga diri dan menghormati kekhawatiran orang tua.

Para remaja pun merespons positif.

“Baik Pak Bupati, kami akan segera pulang ke rumah masing-masing,” jawab mereka.

Setelah berdialog dan mendapat pembinaan, para remaja kemudian membubarkan diri secara tertib.

Bambang mengatakan perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran orang tua, menurutnya, sangat penting dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak, terutama pada malam hari.

Ia mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan dan tidak membiarkan anak-anak berkeliaran hingga larut malam untuk aktivitas yang tidak diperlukan.

“Demi kesuksesan masa depan anak-anak, mari awasi dan lindungi bersama dengan tidak membiarkannya berkeliaran di luar rumah hingga larut malam pada aktivitas yang tidak perlu,” imbau Bambang.

Gerakan “21 Kambeke Ana” menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Dompu dalam memenuhi dan melindungi hak anak. Patroli malam bersama tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan sekaligus pendekatan langsung pemerintah kepada remaja di ruang publik. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *