Gubernur Buka Pintu Investor Asing Datang Ke NTB, Syaratnya Masyarakat Harus Sejahtera

1
180
Gubernur NTB, Dr. Zulkifliemansyah diwawancara wartawan usai mempromosikan NTB di hadapan ratusan para investor dari berbagai Negara di Hotel Aruna Senggigi, Lobar, Rabu (12/2).

Mataram, Katada.id – Gubernur NTB, Dr. Zulkifliemansyah mempromosikan NTB sebagai daerah yang memiliki potensi kuat untuk menghadirkan banyak investor. Dia menyampaikan itu di hadapan ratusan para investor dari berbagai Negara di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat (Lobar), Rabu (12/2).

Pada forum investor tersebut Gubernur menyampaikan daerah ini hanya bisa akan maju kalau semua unsur membuka ruang keberterimaan bagi para pengusaha yang memiliki kemauan kuat untuk menanamkan modal investasi di NTB.

“Kita butuh investor untuk daerah ini bukan karena kita latah. Melainkan ini kepentingan pertumbuhan perekonomian,” kata Gubernur NTB atau akrab disapa Bang Zul dihadapan para investor dari berbagai negara itu.

Dia beberkan juga soal kenapa kemudian daerah ini masih sedikit stagnan menggenjot pertumbuhan perekomiannya. Karena beberapa masalah yang harus dihadapi di daerah itu soal keamanan dan kenyamanan orang berinvestasi.

Di NTB memiliki dua pulau, yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Tentu kedua pulau ini memiliki tempat wisata yang sungguh luar biasa erotis. Artinya potensi daerah perlu didorong dengan kekuatan tersebut.

“Tentu investor banyak berkeinginan untuk mengingvestasi di daerah kita,” cetusnya.

Namun dalam menghadirkan para investor perlu selektif. Tidak asal-asalan menghadirkan mereka yang berinvestasi di daerah. Pihaknya tidak ingin tergiur dengan modal besar, apabila hasilnya tidak sejalan dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak mau kejar angka tapi. Ujungnya masyarakat lokal tidak dipergunakan atau dipekerjakan sebagai pelaku, justru menjadi penonton. Ini yang perlu kita selektif juga,” cetusnya.

Selain itu, dia menjawab beberapa pertanyaan dari investor lokal dan asing. Soal kenyamanan yang ada. Termasuk
sering diperhambat oleh NGO atau LSM bodong.

“Kita harus maknai tidak semua NGO itu demikian, tapi terkadang mereka ganggu-ganggu menggaet basis rakyat dengan alasan izin dan macam-macam,” terangnya. “Kalau misal bapak dan ibu ada kesulitan kasih tau kita,” tambahnya.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, Drs. Samsul Rizal.,MM mengatakan di forum ini adalah forum koordinasi lintas investor dalam rangka memajukan Daerah.

Hal lain yang harus dilakukan adalah ramah investasi agar kedepan daerah semakin meningkat pertumbuhan perekonomian.

“Kita cari Investor, tergantung juga rekomendasi Gubernur. Kalau sistemnya Penamaman modal Asing (PMA) itu harus lewat pusat,” katanya.

Dia tidak menjawab semua beberapa pertanyaan para investor yang terkendala izin pembangunan. “Soal ijin belum bisa kita buka disini. Kronologis ijinnya seperti apa?. Nanti datang aja ke kantor kita,” ungkapnya.

Sementara, Kapolda NTB, Irjen Pol Tomsi Tohir, mengatakan bahwa NTB masih terlihat masih aman jauh dari kata kejahatan yang signifikan. Keamanan inilah yang perlu kemudian ditingkatkan. Pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan dan investor yang bertandang di NTB.

“Agar semua Wisatawan dan Investor tetap nyaman di daerah ini. Kita tetap sama-sama jaga keamanan dan kenyaman,”cetusnya.

Tetapi lain sisi tidak bisa dipungkiri, problem yang palik kuat di daerah ini, ialah problem konflik lahan. Kenapa kemudian ini bisa kacau di mata masyarakat, lagi-lagi anggapan mereka hanya kepentingan perusahaan.

“Ini yang masih ada, kurangnya pemahaman soal kenapa penting investor itu hadir. Kalau pun ada yang marah-marah tanpa ada dasar yang jelas, kita akan tindak tegas,” ucapnya. (rif)

1 KOMENTAR

  1. Dari judulnya, investasi asing khan meningkatkan kesejahteraan rakyat,
    Bagaimana dengan investasi asing yg Perusahaan nya sudah operasi di Indonesia,
    Benarkah bisa membuat kesejahteraan masyarakat meningat?
    Mari kita lihat di Lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here