Mataram, Katada.id – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bali-Nusa Tenggara melalui Bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah II Bali-Nusa Tenggara, Senin (29/6).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Pusdal LH Wilayah II Bali-Nusa Tenggara, Dony Arif Wibowo, S.Hut., M.Sc, beserta jajaran. Pertemuan itu menjadi ajang mempererat sinergi sekaligus menyampaikan program kerja HMI Badko Bali-Nusra di bidang lingkungan hidup.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana HMI Badko Bali-Nusra, Wildanul Ahyar, mengatakan bahwa silaturahmi tersebut bertujuan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan hidup di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
“Kami sebagai organisasi kemahasiswaan memandang perlu untuk bersilaturahmi sekaligus membahas dinamika serta potensi persoalan lingkungan hidup di wilayah kerja Pusdal LH Wilayah II Bali-Nusa Tenggara,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wildanul juga memaparkan dua program kerja yang akan dijalankan oleh bidangnya, yakni penyelenggaraan dialog publik serta pelatihan dan advokasi terkait pengendalian pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Kami berharap dapat menggandeng berbagai stakeholder, termasuk Pusdal LH, agar program-program tersebut dapat berjalan secara kolaboratif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusdal LH Wilayah II Bali-Nusa Tenggara, Dony Arif Wibowo, menyambut baik inisiatif HMI Badko Bali-Nusra dalam membangun kerja sama di bidang lingkungan hidup.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan sangat penting sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan dan pengendalian kebijakan lingkungan.
“Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai institusi publik, kami sangat mengapresiasi itikad baik yang dilakukan HMI untuk membangun kolaborasi,” ungkap Dony.
Ia menambahkan bahwa Pusdal LH Wilayah II terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan organisasi kepemudaan yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.
“Tentu kami bersemangat ketika ada pemuda atau organisasi yang ingin menggandeng kami sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk semua,” pungkasnya. (*)












