Bima, Katada.id – Persoalan infrastruktur jalan di Langgudu Selatan, Kabupaten Bima, kini mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. Jalan yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan dan menjadi keluhan masyarakat setempat akhirnya mulai dilirik pemerintah pusat.
Di balik menguatnya perhatian terhadap persoalan tersebut, terdapat peran anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid. Hal itu diungkapkan Arief Rahman, Peneliti Bima Raya Institut sekaligus salah satu inisiator gerakan advokasi yang selama ini mendorong pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Langgudu Selatan.
Menurut Arief, masyarakat Langgudu Selatan selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan infrastruktur jalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Namun berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat selama ini belum mendapatkan respons yang memadai.
“Selama bertahun-tahun masyarakat menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan di Langgudu Selatan, namun belum mendapat perhatian serius. Jalan ini mulai diperhatikan setelah Senator Mirah Midadan Fahmid turun tangan dan menyambungkan aspirasi masyarakat ke tingkat nasional,” ujar Arief, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai langkah Mirah dalam mengangkat persoalan Langgudu Selatan ke tingkat nasional merupakan perkembangan positif bagi perjuangan masyarakat. Meski DPD RI tidak memiliki kewenangan langsung dalam pelaksanaan pembangunan maupun pengalokasian anggaran, fungsi representasi dan advokasi daerah tetap memiliki peran strategis dalam mendorong perhatian pemerintah pusat.
Arief membeberkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang selama ini dihadapi masyarakat Langgudu Selatan adalah minimnya eksposur terhadap persoalan yang mereka alami. Akibatnya, kerusakan jalan yang menjadi hambatan utama mobilitas warga sering kali hanya dipandang sebagai persoalan lokal.
“Ketika persoalan daerah berhasil dibawa ke tingkat nasional, peluang untuk memperoleh perhatian dan dukungan kebijakan tentu menjadi lebih besar. Dalam konteks ini, saya melihat ada upaya nyata dari Senator Mirah untuk memastikan suara masyarakat Langgudu Selatan didengar oleh para pengambil kebijakan di pusat,” katanya.
Arief menambahkan, kehadiran wakil daerah yang bersedia mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat nasional memberikan harapan baru bagi warga yang selama ini merasa berada di pinggiran arus pembangunan.
Ia berharap perhatian yang mulai tumbuh terhadap kondisi infrastruktur Langgudu Selatan tidak berhenti pada sebatas pembahasan dan wacana, tetapi berlanjut menjadi langkah konkret dalam bentuk program pembangunan.
“Pembangunan jalan di Langgudu Selatan bukan sekadar kebutuhan infrastruktur. Ini menyangkut pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan keadilan akses bagi warga yang selama ini berada jauh dari pusat-pusat pertumbuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa,perjuangan masyarakat Langgudu Selatan masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun para wakil daerah di tingkat nasional. Namun, masuknya persoalan jalan di kawasan tersebut ke dalam perhatian nasional merupakan langkah penting yang membuka harapan baru bagi percepatan penanganan infrastruktur di wilayah itu.
“Setidaknya sekarang masyarakat Langgudu Selatan tidak lagi berjuang sendirian. Aspirasi mereka sudah sampai ke tingkat nasional dan mulai mendapat perhatian. Ini menjadi modal penting untuk terus mengawal agar harapan masyarakat benar-benar terwujud,” pungkasnya. (*)













