Dompu, katada.id — Kinerja dan tata kelola SMAN 1 Kempo, Kabupaten Dompu, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Evaluasi terhadap kepemimpinan sekolah bahkan didorong seiring dengan wacana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan penyegaran kepala sekolah SMA dan SMK.
Desakan tersebut salah satunya disampaikan Ketua Tim Pemenangan Iqbal-Dinda Kecamatan Kempo, Abdul Aziz. Ia meminta Pemerintah Provinsi NTB mempertimbangkan pergantian kepala SMAN 1 Kempo yang disebut telah menjabat hampir delapan tahun.
“Tidak ada tawar-menawar. Kalau SMA 1 Kempo mau maju dan berkembang, ganti segera kepala sekolahnya,” ujar Abdul Aziz melalui keterangan tertulis, Kamis (20/8).
Menurut Abdul Aziz, masa kepemimpinan yang cukup panjang semestinya dapat menghasilkan perubahan yang lebih terlihat, baik dari sisi prestasi maupun pengembangan sekolah.
“Kepala sekolah sekarang sudah hampir delapan tahun, tetapi tidak menunjukkan prestasi yang membanggakan. Bahkan dalam banyak aspek masih bermasalah,” katanya.
Abdul Aziz berharap pemerintah menempatkan figur kepala sekolah yang memiliki kemampuan manajerial, inovatif, dan mampu melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan di sekolah.
Potensi Sekolah Belum Optimal
SMAN 1 Kempo merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Dompu dengan jumlah peserta didik yang cukup besar. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada media, jumlah siswa di sekolah tersebut sekitar 800 orang.
Sejumlah pihak menilai potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan prestasi dan kualitas sarana pendidikan.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah fasilitas sanitasi. Kondisi toilet siswa disebut belum memadai sehingga menjadi perhatian dalam pemenuhan fasilitas dasar di lingkungan sekolah.
Persoalan tersebut dinilai perlu menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sekolah, termasuk perencanaan program dan penggunaan anggaran operasional.
SMAN 1 Kempo disebut memperoleh dana operasional pendidikan sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar per tahun. Besaran tersebut perlu dilihat dalam konteks jumlah peserta didik dan komponen pembiayaan yang diperbolehkan dalam penggunaan dana BOSP.
Karena itu, penilaian mengenai efektivitas penggunaan anggaran tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan besaran dana yang diterima sekolah. Evaluasi harus merujuk pada dokumen perencanaan, realisasi belanja, serta hasil pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.
KCD Dompu Dorong Penyegaran
Sorotan terhadap kepemimpinan SMAN 1 Kempo juga mendapat perhatian dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Dompu.
Kepala KCD Pendidikan Dompu, Muhammad Ihsan, mengatakan SMAN 1 Kempo memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sekolah yang lebih maju.
Namun, ia menilai aspek manajemen sekolah masih perlu diperkuat.
“Kami telah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi untuk mempertimbangkan penyegaran posisi kepala sekolah di SMA 1 Kempo,” ujar Ihsan.
Menurut Ihsan, penguatan manajemen diperlukan agar potensi sekolah dapat dikembangkan secara lebih optimal. Ia juga menyinggung perlunya transparansi dalam pengelolaan sekolah.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar munculnya dorongan agar posisi kepala SMAN 1 Kempo dievaluasi dalam agenda penyegaran kepala sekolah SMA dan SMK di NTB.
Wacana Mutasi Kepala Sekolah
Wacana penyegaran kepala sekolah SMA dan SMK di NTB telah bergulir dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah kepala sekolah disebut akan mengalami rotasi, sementara sejumlah posisi lainnya akan diisi kepala sekolah baru. Namun, hingga berita ini ditulis, pelaksanaan kebijakan tersebut belum berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB, Dr. Syamsul Hadi, sebelumnya menyampaikan bahwa penyegaran atau pergeseran kepala sekolah SMA dan SMK akan dilakukan dalam waktu dekat. (*)












