Kota Bima, katada.id- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muhammad Aminurlah menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat (Jalin Asmara) yang digelar di Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (10/6).
Sejumlah persoalan infrastruktur mendominasi keluhan warga, mulai dari kondisi jalan yang rusak, drainase yang tersumbat, hingga kebutuhan penerangan jalan umum. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya program peningkatan keterampilan bagi pemuda dan perempuan untuk memperluas peluang ekonomi.
Dalam forum dialog itu legislator yang akrab disapa Aji Maman itu meminta masyarakat aktif menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi agar dapat diperjuangkan melalui pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi NTB.
“Sampaikan kepada pemerintah daerah apa yang menjadi masalah di wilayah ini agar segera ditindaklanjuti sehingga permasalahan yang ada dapat terselesaikan,” kata dia.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Paruga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan provinsi yang belum diaspal dan mengalami kerusakan di beberapa titik.
Sementara Ketua RW 03, Liswar, menyampaikan kebutuhan mendesak masyarakat berupa perbaikan jalan lingkungan di kawasan Sigi, pemasangan lampu penerangan di sepanjang Sungai Padolo, serta normalisasi drainase yang kerap tersumbat.
Persoalan serupa juga dikeluhkan warga di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, mulai dari Cabang Pamlake hingga kawasan Masjid Muhammad Salahuddin. Kondisi saluran air yang tidak berfungsi optimal dinilai meningkatkan risiko genangan dan banjir saat musim hujan, sehingga masyarakat mengusulkan pembangunan pintu air sebagai langkah mitigasi.
Ketua RT Sarata mengungkapkan wilayahnya kerap menjadi lokasi genangan karena berada di daerah muara aliran sungai. Di luar persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti terbatasnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda.
Untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, warga mengusulkan program pelatihan keterampilan seperti perbengkelan bagi pemuda, serta pelatihan menjahit dan pengolahan makanan ringan bagi kaum perempuan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Aji Maman menyatakan akan memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui program-program Pemerintah Provinsi NTB.
Menurut dia, persoalan drainase dan infrastruktur dasar menjadi kebutuhan mendesak yang harus mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
“Terkait persoalan drainase akan kami usulkan melalui Pemerintah Provinsi NTB. Begitu juga kebutuhan pelatihan bagi pemuda dan pemudi akan diupayakan melalui program yang relevan di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia juga meminta para ketua RT dan RW menyusun proposal program prioritas sebagai dasar pengajuan kepada pemerintah.
Menurut dia, perbaikan jalan dan drainase akan menjadi fokus utama karena menyangkut pelayanan dasar dan kualitas lingkungan permukiman warga.
Kegiatan Jalin Asmara tersebut menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan. Sejumlah aspirasi yang mengemuka diharapkan dapat masuk dalam perencanaan program pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi pada tahun anggaran mendatang.(*)












