Mataram, katada.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang momentum bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi. Upaya itu dilakukan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor TVRI NTB, Mataram, Rabu (11/3).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Badan Pangan Nasional, serta LPP TVRI. Program ini bertujuan menekan laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga seperti Perum Bulog dan Bank Indonesia untuk memantau pergerakan harga pangan di pasar induk maupun pasar tradisional.
“Kita harus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang memberikan efek kurang baik bagi masyarakat. Terutama karena saat ini ada dua momentum besar, yaitu saudara kita yang Muslim menjalankan Ramadan dan umat Hindu yang merayakan Nyepi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah juga telah melakukan langkah intervensi terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah di sejumlah wilayah Pulau Lombok. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada komoditas jagung, khususnya di wilayah Bima. Pemerintah berupaya menjalin kemitraan agar hasil panen petani memiliki pasar yang jelas sehingga tidak merugikan petani saat memasuki musim panen.
Kepala LPP TVRI NTB, Ina Djara, mengatakan Gerakan Pangan Murah tahun ini didukung berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, hingga para distributor pangan di NTB.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir TVRI secara konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan GPM di berbagai daerah sebagai langkah konkret pengendalian inflasi.
“Selain menyediakan sembako murah, masyarakat juga dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.
Layanan kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Bima Internasional dan Rumah Sakit Mata Provinsi NTB. Warga yang hadir dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum serta pemeriksaan mata tanpa biaya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Eva Dewiyani, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.
Menurutnya, program tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pelaku usaha pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan,” jelasnya.












