Bima, katada.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bima memperkuat konsolidasi internal menghadapi momentum politik mendatang.
Konsolidasi dilakukan melalui rapat harian jajaran pengurus DPC PPP Kabupaten Bima, Minggu (9/8) yang digelar di Sekretariat DPC PPP Kabupaten Bima.
Momentum itu disebut ruang evaluasi sekaligus membahas perkembangan politik di masing-masing daerah pemilihan (dapil).
Ketua DPC PPP Kabupaten Bima, Muh. Erwin, S.IP., M.IP., menegaskan konsolidasi partai harus dibarengi dengan penguatan hubungan kader dengan masyarakat.
Menurut dia, partai politik tidak boleh hanya hadir ketika pemilu berlangsung. Kader dan struktur partai harus terus berada di tengah masyarakat, menyerap aspirasi sekaligus ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi konstituen.
“Saya mengimbau seluruh pengurus agar tetap menjaga keseimbangan dan hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah dapil masing-masing. PPP harus mampu menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama perjuangan politik,” tegasnya.
Rawat Konstituen, Jaga Nama Baik Partai
Erwin secara khusus mengingatkan seluruh anggota Fraksi PPP di DPRD Kabupaten Bima untuk menjaga dan merawat konstituen.
Ia menilai mandat politik yang diperoleh melalui pemilu merupakan bentuk kepercayaan masyarakat. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijawab melalui kerja-kerja representasi yang bertanggung jawab, profesional dan berintegritas.
“Saya meminta seluruh anggota fraksi untuk terus menjaga dan merawat konstituen, sekaligus menjaga nama baik partai. Hindari setiap tindakan atau praktik yang berpotensi mencederai marwah dan kredibilitas PPP,” ujarnya.
Wakil ketua I DPRD Kabupaten Bima ini menegaskan, menjaga nama baik partai bukan hanya berkaitan dengan disiplin internal. Hal itu juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan publik terhadap PPP.
Menurutnya, tindakan seorang kader maupun anggota legislatif dapat berdampak terhadap citra partai secara keseluruhan. Karena itu, seluruh kader diminta menjaga integritas personal dan kepatuhan terhadap hukum.
Termasuk dalam menjalankan tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran dan pengawasan.
Bidik 7 Kursi DPRD
Di sisi lain, DPC PPP Kabupaten Bima mulai memasang target politik untuk periode berikutnya.
Saat ini PPP Kabupaten Bima memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Bima. Erwin menargetkan partainya mampu menambah satu kursi sehingga menjadi tujuh kursi pada periode mendatang.
“Hari ini PPP Kabupaten Bima memiliki enam kursi. Melalui momentum ini saya tegaskan, periode berikutnya PPP wajib meningkatkan representasi politiknya. Target minimal kita adalah tujuh kursi DPRD Kabupaten Bima,” serunya.
Menurut dia, target tujuh kursi bukan sekadar angka politik. Target itu menjadi ukuran keberhasilan konsolidasi organisasi, kaderisasi dan kerja politik PPP dalam membangun serta mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, seluruh struktur partai diminta memperkuat komunikasi dengan masyarakat, memetakan aspirasi konstituen dan mengoptimalkan potensi politik di setiap dapil.
Konsolidasi juga diarahkan tidak hanya pada aspek administratif organisasi, tetapi mencakup penguatan kader, soliditas internal, kerja elektoral serta hubungan dengan konstituen.
Erwin optimis kekompakan kader dan struktur partai menjadi modal penting bagi PPP Kabupaten Bima menghadapi kontestasi politik mendatang, baik Pemilu Legislatif maupun Pilkada.
“Saya memiliki keyakinan penuh bahwa dengan kebersamaan dan kekompakan PPP hari ini, kita mampu menghadirkan kejutan yang sangat spektakuler pada momentum politik mendatang, baik dalam Pemilu Legislatif maupun Pilkada,” katanya.
Ia menegaskan, target tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh kader mampu menjaga kebersamaan, merawat konstituen, menghindari konflik kepentingan dan memperkuat integritas.
“Kalau kita mampu menjaga kebersamaan, merawat konstituen, memperkuat integritas kader dan bekerja secara konsisten, saya optimis PPP Kabupaten Bima tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya, tetapi melakukan lompatan politik yang signifikan pada Pemilu dan Pilkada mendatang,” tandasnya (*)












