Mataram, katada.id – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7), tidak hanya diisi agenda peresmian Bendungan Meninting. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menitipkan lima pesan penting kepada Pemerintah Provinsi NTB sebagai arah pembangunan daerah ke depan.
Lima pesan tersebut meliputi pentingnya menjaga persatuan, membalas kepercayaan rakyat melalui kerja nyata, memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat, menghadirkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Pesan itu disampaikan Presiden saat meresmikan Bendungan Meninting yang menjadi lokasi peresmian lima bendungan nasional. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pembangunan hanya akan berhasil apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan dan bekerja bersama demi kepentingan rakyat.
Presiden juga menekankan agar Bendungan Meninting benar-benar memberikan manfaat bagi sektor pertanian. Menurut dia, air bendungan harus dipastikan mengalir hingga ke lahan pertanian sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di hadapan para kepala daerah, Presiden mengingatkan agar setiap kebijakan didasarkan pada akal sehat, kecintaan kepada rakyat, serta dijalankan dengan menjauhi praktik korupsi. Setiap rupiah anggaran negara, kata dia, harus dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya menyampaikan pesan dalam forum resmi, Prabowo juga berbincang langsung dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal seusai acara. Dalam perjalanan menuju helikopter kepresidenan, Presiden mengaku senang akhirnya kembali mengunjungi NTB setelah cukup lama tidak berkesempatan datang.
“Beliau menyampaikan langsung kepada saya bahwa beliau senang sekali bisa berkunjung ke NTB. Beliau bahkan menyampaikan keinginan tulus beliau untuk membantu lebih banyak hal di NTB,” ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
Menurut Iqbal, pernyataan Presiden menjadi sinyal kuat bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap NTB tidak berhenti pada pembangunan Bendungan Meninting maupun proyek strategis nasional lainnya. Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Iqbal menilai pesan Presiden sejalan dengan substansi pidato yang disampaikan saat peresmian bendungan. Selain menekankan pentingnya menjaga persatuan dan pemerintahan yang bersih, Presiden juga mengingatkan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, terutama petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.
Bagi Pemprov NTB, perhatian Presiden menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Harapannya, pembangunan di NTB tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga melahirkan kepemimpinan yang melayani rakyat, tata kelola pemerintahan yang berintegritas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)












