Mataram, katada.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB menggelar apel memperingati Hari Ulang Tahun PMI ke-81 di halaman Markas PMI setempat di Kota Mataram, Kamis (17/9).
Apel peringatan HUT ke-81 PMI tersebut berlangsung tertib dan khidmat, diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari pengurus PMI NTB, KSR dari dua perguruan tinggi yakni UIN Mataram dan Universitas 45 Mataram, serta anggota PMR dari tingkat SMP, SMU, MAN, hingga MTSN 1 Mataram.
Turut hadir pula jajaran pengurus PMI Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, hingga Unit Donor Darah (UDD) PMI Lombok Barat yang memperkuat barisan peserta upacara.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI NTB, NS Lalu Doddy Setiawan, dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi dalam mengemban misi kemanusiaan bagi bangsa dan negara.
Ia mengingatkan kembali sejarah berdirinya organisasi kemanusiaan ini yang dibentuk tepat satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia atas instruksi langsung Presiden Soekarno. Tokoh besar bangsa Mohammad Hatta kemudian ditunjuk sebagai ketua umum pertama yang meletakkan fondasi kepemimpinan kokoh bagi organisasi ini.
Menurut Doddy, tema HUT ke-81 yang diusung tahun ini, yakni Peduli, Bergerak dan Bersama, sangat selaras untuk mendorong seluruh relawan di Provinsi NTB agar tidak pernah berhenti menolong sesama dengan sepenuh hati, serta senantiasa memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Makna kata ‘Peduli’ adalah upaya melihat, mendengar, dan merasakan kondisi sesama. Sedangkan ‘Bergerak’ berarti mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata di lapangan. Sementara ‘Bersama’ dimaknai sebagai upaya menciptakan dampak yang lebih besar melalui kolaborasi erat dengan semua pihak,” ujar Doddy.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan agar seluruh relawan PMI tetap memegang teguh tujuh prinsip dasar gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, terutamanya prinsip kemanusiaan, kesamaan, dan kesukarelaan yang menjadi pilar utama penjaga kesinambungan misi pertolongan.
Di sisi lain, Lalu Doddy secara khusus mengingatkan seluruh kader dan relawan agar meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di tengah musim kekeringan panjang yang melanda wilayah NTB akibat fenomena El Nino.
Fokus Utama: Distribusi Air Bersih dan Modernisasi Digital
Program Kick Off distribusi air bersih skala Provinsi NTB yang telah berjalan sejak awal Agustus 2026 harus terus dilanjutkan secara masif. Mengingat potensi El Nino diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, armada tangki air dikerahkan menjangkau pelosok perkampungan dan perbukitan yang krisis air.
Menyinggung kompleksitas tantangan di bidang kesehatan dan kebencanaan dewasa ini, Lalu Doddy juga menggarisbawahi arahan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, agar UDD PMI di seluruh wilayah—termasuk di Provinsi NTB—mulai melakukan modernisasi pelayanan secara menyeluruh.
“Pemanfaatan teknologi digital kini lebih dioptimalkan untuk mempermudah pemenuhan stok darah di NTB serta mempercepat respons tanggap darurat di lapangan,” jelasnya.
Ia optimis, berkat semangat kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi yang terus dipupuk, keberadaan PMI di Provinsi NTB akan senantiasa memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung penuh program-program pembangunan pemerintah daerah di NTB. (*)












