Scroll untuk baca artikel
Politik

Reses di 16 Titik Lombok Utara, Sudirsah Serap Keluhan Jalan Tani hingga Krisis Air Bersih

×

Reses di 16 Titik Lombok Utara, Sudirsah Serap Keluhan Jalan Tani hingga Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Kegiatan reses Anggota DPRD NTB Dapil Lombok Barak dan KLU , Sudirsah Sujanto. (Foto Dok. Istimewa)

Mataram, katada.id – Jalan usaha tani, minimnya penerangan jalan umum (PJU), hingga krisis air bersih menjadi sederet persoalan yang disuarakan masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Berbagai kebutuhan mendasar tersebut mendominasi aspirasi warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sudirsah Sujanto.

Dalam reses masa persidangan I tahun dinas 2026, politisi Partai Gerindra itu turun langsung menemui masyarakat di 16 titik yang tersebar di lima kecamatan di Lombok Utara. Kegiatan tersebut berlangsung selama delapan hari, mulai 1 hingga 8 November 2026.

Lima kecamatan yang menjadi lokasi penyerapan aspirasi meliputi Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang. Dari hasil pertemuan dengan masyarakat, persoalan infrastruktur pertanian, penataan lingkungan pascagempa, penerangan jalan, serta ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang paling banyak disampaikan warga.

“Terutama untuk kelompok-kelompok tani, mereka sangat berharap perbaikan infrastruktur pertanian dalam rangka menunjang ketahanan pangan. Seperti jalan usaha tani, ini menjadi keluhan utama warga,” ujar Sudirsah saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, akses jalan usaha tani menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas petani. Kondisi jalan yang belum memadai dapat menghambat mobilitas petani, terutama dalam mengangkut hasil produksi pertanian.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga mengharapkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ketersediaan alsintan, termasuk traktor, dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Infrastruktur Pascagempa Masih Jadi PR

Persoalan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian. Penataan lingkungan permukiman, khususnya di wilayah pedusunan, juga masih menjadi perhatian masyarakat Lombok Utara.

Sudirsah menyebut, dampak gempa bumi 2018 masih menyisakan pekerjaan rumah dalam penataan infrastruktur lingkungan. Sejumlah kawasan permukiman dinilai membutuhkan perhatian lebih agar fasilitas pendukung kehidupan masyarakat bisa tertata dengan baik.

“Apalagi kita di Lombok Utara ini pascagempa 2018, infrastruktur yang ada di daerah-daerah pedusunan ini kan masih belum tertata dengan baik. Penataan lingkungan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Keluhan lainnya berkaitan dengan minimnya penerangan jalan umum. Sejumlah ruas jalan desa hingga kawasan pedusunan masih membutuhkan fasilitas PJU.

Kegiatan Reses Anggota DPRD NTB, Sudirsah Sujanto di KLU.

Kondisi jalan yang gelap pada malam hari bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan mengganggu keamanan lingkungan.

Bayan Butuh Sumur Bor

Di antara berbagai persoalan yang disampaikan warga, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak, terutama di wilayah Kecamatan Bayan.

Saat musim kemarau, sejumlah kawasan menghadapi persoalan keterbatasan pasokan air bersih. Karena itu, masyarakat mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Sumur bor ini menjadi sesuatu yang sangat urgen yang diminta oleh masyarakat, terutama di Kecamatan Bayan. Kalau musim kering, ini menjadi masalah air bersih,” jelas legislator Gerindra tersebut. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *