Lombok Utara, Katada.id – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini memiliki kebanggaan baru. Wilayah ini dipilih sebagai lokasi pembangunan Pusat Observasi Bulan (POB) yang akan digunakan oleh tiga provinsi sekaligus, NTB, NTT, dan Bali.
Pembangunan POB yang berlokasi di Dusun Onggong, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung ini diharapkan dapat memperkenalkan pengamatan hilal, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru.
Pembangunan POB secara simbolis dimulai dengan peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Zamroni Aziz dan Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri. Rabu (13/8/2025).
Menurut Zamroni, lokasi tempat pembangunan ini sangat strategis karena berada di ketinggian sekitar 300 mdpl. Untuk hasil observasi yang lebih maksimal, nantinya akan dibangun menara setinggi 30 meter.
“Dengan ketinggian ini, Insya Allah pengamatan bulan akan lebih maksimal, baik untuk melihat awal bulan, seperti penentuan awal Syawal maupun Ramadan,” ujar Zamroni.
Selama ini, NTB sering kali kesulitan melihat hilal karena lokasi pengamatan yang tidak memenuhi standar, seperti di pantai. Dengan adanya POB di KLU, pengamatan hilal diharapkan bisa lebih akurat. Bahkan, jika hilal terlihat, prosesnya akan disiarkan langsung agar seluruh masyarakat Indonesia bisa ikut menyaksikan.
Sementara itu, Kusmalahadi mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya Lombok Utara sebagai pusat observasi. Pemerintah daerah (Pemda) akan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan ini, termasuk dalam pengembangan potensi wisata.
“Kita sebagai masyarakat Lombok Utara patut bersyukur daerah kita dipilih sebagai pusat observasi,” ujarnya.
Kepala Desa Teniga Muhamad Yusup menambahkan, bahwa kawasan perbukitan ini memang sudah direncanakan untuk dikembangkan sebagai tempat wisata. Dari lokasi POB, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) yang terlihat jelas.
“Untuk menambah daya tarik, di atas lokasi POB bahkan sudah dibangun sebuah taman,” ucapnya.
Anggota DPRD Provinsi NTB, Sudirsah Sujanto berharap keberadaan POB ini akan menjadi hal positif untuk Lombo Utara.
“Ya karena ada POB ini, sekaligus bisa kita perkenalkan potensi wisata desa di Lombok Utara ke tingkat yang lebih luas,” pungkasnya. (*)












