Mataram, katada.id – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki perguruan tinggi vokasi baru. Politeknik Narmada resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) Operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
SK operasional tersebut diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, kepada Ketua Yayasan Lumbung Ilmu Sasak Ahmad Mustarudin Efendi yang didampingi Direktur Politeknik Narmada Moh Jazuli di Kantor LLDIKTI Wilayah VIII, Mataram, Senin (3/8).
Dengan terbitnya SK tersebut, Politeknik Narmada resmi menjadi perguruan tinggi vokasi baru di NTB. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat pendidikan vokasi sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Kepala LLDIKTI Wilayah VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi mengapresiasi komitmen Yayasan Lumbung Ilmu Sasak dalam menghadirkan perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
“Perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta berkarakter profesional dan berjiwa wirausaha,” ujarnya.
Pada tahap awal, Politeknik Narmada membuka tiga Program Studi Sarjana Terapan (D4), yakni Bisnis Digital, Bisnis dan Manajemen Ritel, serta Teknologi Rekayasa Logistik.
Program Studi Bisnis Digital difokuskan pada pengembangan kompetensi di bidang transformasi digital, digital marketing, e-commerce, analisis data bisnis, hingga pengembangan startup. Sementara Program Studi Bisnis dan Manajemen Ritel menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan bisnis modern, pemasaran, pelayanan pelanggan, rantai pasok, dan pengembangan usaha perdagangan.
Adapun Program Studi Teknologi Rekayasa Logistik dirancang untuk mencetak tenaga profesional di bidang sistem logistik, transportasi, pergudangan, distribusi barang, hingga manajemen rantai pasok.
Seluruh program studi disusun dengan pendekatan link and match bersama dunia usaha dan industri. Kurikulum dirancang berbasis kebutuhan pasar kerja dengan penguatan pembelajaran praktik, magang industri, sertifikasi kompetensi, serta pemanfaatan teknologi digital agar lulusan siap bekerja maupun membangun usaha sendiri.
Ketua Yayasan Lumbung Ilmu Sasak Ahmad Mustarudin Efendi mengatakan, terbitnya SK operasional merupakan hasil kerja keras seluruh tim pendiri serta dukungan berbagai pihak.
Menurut dia, SK tersebut bukan sekadar legalitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, melainkan amanah untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi muda yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.
“Kami berkomitmen membangun Politeknik Narmada sebagai pusat pendidikan vokasi unggulan yang memberi manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah,” katanya.
Direktur Politeknik Narmada Moh Jazuli menambahkan, kampus yang dipimpinnya akan mengedepankan budaya mutu, tata kelola profesional, penguatan SDM, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah, industri, dan perguruan tinggi.
“Kami ingin menjadikan Politeknik Narmada sebagai kampus vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Pembelajaran akan dirancang berbasis praktik, inovasi, dan kolaborasi sehingga lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausahawan,” jelasnya.
Dengan terbitnya SK operasional, Politeknik Narmada kini resmi menyelenggarakan pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai standar nasional pendidikan tinggi. Kehadiran kampus tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM NTB, terutama pada sektor ekonomi digital, perdagangan, logistik, pariwisata, industri kreatif, dan kewirausahaan. (*)












