Atasi krisis air, Kelurahan Sambinae Kota Bima Bangun Sumur Bor

0
Sumur yang dibangun di Kelurahan Sambinae Kota Bima.

Bima, katada.id – Krisis air masih meresahkan warga Kota Bima. Pemkot Bima terus berupaya mengatasi dan memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

Salah satu upaya mengantisipasi kekeringan yang berkepanjangan dan ketersediaan air bersih bagi warga, yakni membangun sumur bor. Seperti yang dilakukan Kelurahan Sambinae, Kota Bima.

Kelurahan di bawah kepemimpinan Amiruddin SE melakukan pengeboran air di RT 09. “Pengeboran ini merupakan hasil musyawarah kelurahan dan menjadi program prioritas kami guna mengantisipasi kekeringan yang sedang terjadi,” kata Lurah Sambinae Amiruddin SE kepada katada.id.

Sumur bor ini memiliki kedalaman 18,5 meter. Untuk penganggarannya bersumber dari DAU Kelurahan Sambina’e. “Anggarannya Rp19 juta lebih,” beber Bendahara Kelurahan Sambinae, Subiarto.

Baca Juga:   Antisipasi banjir tahunan, Kelurahan Sambinae perbaiki talud dan drainase

Sumur bor ini mulai dikerjakan 19 September dengan estimasi pengerjaan selama 30 hari dan melibatkan unsur pokmas sebagai pelaksana. “Ini merupakan hasil dari musyawarah kelurahan dan Pokmas,” tambah M. Jafar, selaku Ketua Pokmas Doro Mbila, Sambinae.

PPK Dinas Pekerjaan umum (PU) Faqiq menjelaskan, aliran air yang dihasilkan dari pengeboran itu cukup bagus, apalagi di tengah musim kemarau sekarang ini.
“Kuat tekanan air bisa sampai 29pa dengan debit air 0,4 liter perdetik dan ini sangat bagus,” terang .

Warga Sambina’e mengapresiasi kinerja Kelurahan dan Pokmas Sambina’e.
“Kami khususnya warga sangat antusias dan senang atas pencapaian yang dilakukan oleh Pak Lurah dan Pokmas Sambinae,” beber Jufrin, selaku ketua RT 09.

Baca Juga:   Antisipasi banjir tahunan, Kelurahan Sambinae perbaiki talud dan drainase

Sebagai informasi, pengeboran air bersih ini hanya memakan waktu  seminggu dari estimasi 30 hari pengerjaan. Keberhasilan pengeboran ini juga menjadi pencapaian membanggakan bagi Kelurahan Sambinae. Pasalnya untuk pengeboran ini biasanya membutuhkan anggaran ratusan bahkan miliaran rupiah.

“Dengan sentuhan kelurahan dan pokmas Sambinae, kami mampu menghadirkan mata air bagi warga Sambinae,” tutupnya. (arr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here