Bima, katada.id – Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin bersama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Rasanae Barat Tahun 2026 di halaman Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima, Senin (25/8).
MTQ tersebut berlangsung selama tiga hari, 25-27 Agustus 2026, dengan melibatkan 57 peserta. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja hingga dewasa, dan mengikuti sejumlah cabang serta mata lomba yang telah disiapkan panitia.
Pembukaan MTQ turut dihadiri jajaran Asisten dan Staf Ahli Setda Kota Bima, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah se-Kota Bima, serta Ketua MUI Kota Bima.
Dalam sambutannya, Rahman mengapresiasi Camat Rasanae Barat, para lurah, dan seluruh panitia yang telah bekerja sehingga pelaksanaan MTQ dapat terselenggara.
Menurut dia, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari syiar Islam yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat.
“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi merupakan bagian dari syiar Islam yang harus terus kita tebarkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Rahman.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online, kekerasan, hingga penggunaan media sosial yang tidak bermoral dinilai membutuhkan perhatian bersama.
Rahman mengatakan upaya pencegahan terhadap persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat juga diperlukan untuk membentengi generasi muda.
Karena itu, dia berharap masyarakat, khususnya generasi muda Kota Bima, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku dalam kehidupan sosial,” katanya.
Selain memperkuat nilai keagamaan, Rahman menilai MTQ menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, serta memperkokoh persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Dia berharap MTQ Rasanae Barat dapat melahirkan qori dan qoriah serta hafiz dan hafizah terbaik yang mampu mewakili Kecamatan Rasanae Barat dan Kota Bima pada ajang MTQ di tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga dari MTQ ini lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat”. Ujarnya.
Pembukaan MTQ ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wali Kota Bima. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat Kota Bima yang religius dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. (*)












