Bima, katada.id — SMA Negeri 1 Soromandi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memperbaiki capaian dalam Rapor Pendidikan.
Kegiatan tersebut digelar dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS) Kinerja Terbaik 2026. Bimtek diikuti oleh dewan guru SMAN 1 Soromandi, SMKN 2 Soromandi, dan SMAN 2 Donggo yang juga merupakan penerima BOS Kinerja Terbaik 2026.
Kepala SMAN 1 Soromandi M. Rifial Akbar mengatakan dana BOS Kinerja Terbaik merupakan amanah yang harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
“BOS Kinerja Terbaik ini adalah amanah untuk berbenah. Di SMAN 1 Soromandi akan membedah akar masalah rendahnya literasi dan numerasi berdasarkan Rapor Pendidikan,” ujar Rifial.
Menurut dia, literasi dan numerasi menjadi perhatian penting karena kedua indikator tersebut menjadi bagian yang dilihat dalam Rapor Pendidikan dan berkaitan dengan capaian kinerja satuan pendidikan.
“Literasi dan numerasi penting dikarenakan dua indikator ini yang paling dilihat di Rapor Pendidikan dan jadi syarat utama BOS Kinerja Terbaik,” katanya.
Sementara itu, Kepala KCD Dikpora Wilayah VI Fahmi Hatib mengatakan literasi dan numerasi tidak semestinya dipandang sebagai program tambahan di sekolah. Menurutnya, kedua kemampuan tersebut merupakan bagian fundamental dalam proses pendidikan.
“Literasi dan numerasi bukan program tambahan. Itu adalah jantung sekolah,” kata Fahmi dalam sambutannya.
Ia mengibaratkan literasi dan numerasi sebagai jantung yang menopang berbagai aspek pendidikan. Jika kemampuan tersebut berkembang dengan baik, berbagai aspek lain, seperti pembelajaran mata pelajaran, karakter peserta didik, dan iklim sekolah, diharapkan turut berkembang.
Fahmi juga berharap sekolah di wilayah Donggo dan Soromandi yang telah memperoleh BOS Kinerja Terbaik dapat mempertahankan capaian tersebut pada tahun-tahun berikutnya.
“Untuk itu, apa yang telah diraih ini bisa dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Melalui kegiatan bimtek tersebut, sekolah diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan pembelajaran berdasarkan data Rapor Pendidikan, kemudian menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. (*)












