Mataram, Katada.id – Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Universitas Mataram (UNRAM) tahun 2026 telah sukses diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM). Dalam proses demokrasi kampus yang berlangsung sejak 23 Mei hingga 10 Juni 2026 tersebut, Mavie Adiek Garlosa resmi ditetapkan sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram periode 2026.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Mavie menyampaikan pandangannya terkait kondisi bangsa yang dinilainya tengah menghadapi berbagai persoalan serius. Ia menyoroti sejumlah tantangan yang dirasakan masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya angka pengangguran, hingga ketidakpastian ekonomi.
“Hari ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi situasi yang tidak baik-baik saja. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya angka pengangguran, serta ketidakpastian ekonomi telah menjadi beban nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Mavie.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut arah kebijakan dan masa depan bangsa. Karena itu, ia menyerukan gerakan moral bertajuk “Selamatkan Indonesia” sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.
“Sebagai Ketua BEM Universitas Mataram, saya menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk menyelamatkan Indonesia. Ini bukan lagi sekadar persoalan ekonomi semata, tetapi persoalan arah kebangsaan. Ketika kebijakan tidak lagi berpihak kepada rakyat kecil, ketika pendidikan semakin mahal, dan ketika lapangan pekerjaan semakin sempit, situasi ini tentu sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.
Mavie juga menekankan pentingnya peran kampus dan mahasiswa dalam mengawal perjalanan bangsa. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa sejarah Indonesia telah menunjukkan bagaimana perubahan besar lahir dari keberanian rakyat dan mahasiswa yang tetap konsisten berada di jalur perjuangan demi kepentingan publik.
Lebih lanjut, Mavie menjelaskan bahwa gerakan “Selamatkan Indonesia” merupakan seruan moral untuk mengembalikan negara pada cita-cita awal kemerdekaan, yakni melindungi segenap rakyat Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru BEM UNRAM, ia berharap organisasi kemahasiswaan tersebut dapat menjadi wadah perjuangan intelektual yang mampu mengawal berbagai isu strategis, baik di tingkat kampus maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)












